
Nusantara Digital City 2026
CirebonDIGITAL CITY
Menembus batas ruang dan waktu, melestarikan warisan maritim Nusantara. Di sini, digitalisasi merawat denyut “The Living Port of Java” sebagai penuntun peradaban masa depan.
Sejarah Kota Cirebon
Dari muara nelayan kuno hingga kota kosmopolitan Islam — perjalanan 600 tahun Cirebon sebagai titik temu peradaban Nusantara.
Negeri di Muara
Cikal Bakal Sebelum Ada Kesultanan
Jauh sebelum nama Cirebon dikenal, kawasan pesisir utara Jawa Barat ini telah berkembang sebagai bandar dagang tempat bertemunya pedagang, budaya, dan berbagai peradaban. Nama 'Cirebon' berasal dari kata 'Caruban' — berarti campuran atau perpaduan — mencerminkan identitas plural yang menjadi fondasi kota ini. Dari muara inilah perjalanan Cirebon dimulai.
Asal nama: 'Caruban' → campuran/perpaduan budaya
Versi lain: 'Ci Udang' → sungai yang kaya udang rebon
Lokasi strategis di jalur niaga laut Jawa
Pemukiman awal di sekitar muara Kali Kriyan
The Living Port of Java
Sebelum jalur darat membelah pulau Jawa, lautan menghubungkan Cirebon dengan dunia. Pelabuhan kuno Muara Jati menjadi titik temu para petualang samudra yang membawa pulang peradaban baru.
Kapal dagang Dinasti Ming membawa keramik porselen halus dan sutra sutra indah. Pengaruh estetika ini melahirkan teknik ornamen khas Cirebon dan menjadi cikal bakal berkembangnya motif batik klasik Mega Mendung.
Klik jalur untuk menjelajah
Di Mana Peradaban Bertemu
Cirebon bukanlah peleburan budaya yang menghilangkan asal-usulnya, melainkan jembatan yang merajut harmoni berbagai peradaban.
Klik node untuk menjelajah
Tionghoa (Chinese)
Sangat menonjol pada penempelan porselen piring dinasti Ming pada tembok Keraton Kasepuhan, desain motif batik Mega Mendung yang diadaptasi dari bentuk awan Tiongkok, serta kereta kencana Paksi Naga Liman.
Mega Mendung
Mega Mendung bukan sekadar motif batik. Ia adalah filosofi kesabaran, ketenangan, dan kemampuan beradaptasi. Terinspirasi dari gerakan awan yang mengalir bebas, motif ini mengajarkan kita untuk tetap bijaksana di tengah badai perubahan zaman.
Motif ini lahir dari perpaduan estetika awan Tiongkok dan jiwa pesisir Cirebon. Tujuh gradasi warna birunya melambangkan tujuh tingkatan langit dalam kepercayaan tradisi — dari bumi menuju yang ilahi. UNESCO menetapkan Batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 2009.
"Seperti awan yang bergerak di langit, ia beradaptasi tanpa kehilangan arahnya."
— Filosofi Para Perajin Cirebon

Batik Tulis
Mega Mendung
Warisan Keraton
Menyelami keagungan takhta masa lalu yang masih membentuk tatanan sosial, tradisi, dan keindahan estetika Cirebon hari ini.
Keraton Kasepuhan
Pondasi Awal Kebudayaan Cirebon
Didirikan oleh Pangeran Cakrabuana, Kasepuhan adalah istana tertua di Cirebon. Arsitekturnya yang megah menggabungkan dinding bata Hindu Jawa-Sunda, piring keramik porselen Tiongkok, serta gerbang bernuansa Islam — lambang nyata toleransi peradaban sejak berabad-abad silam.

Warisan terbaik bukan hanya disimpan di balik tembok keraton, tetapi juga hidup di setiap sudut kota yang masih dapat dijelajahi hingga hari ini.
Explore Cirebon
Gua Sunyaragi
Bukan sekadar kompleks gua biasa. Rongga-rongga labirin ini dibangun sepenuhnya dari batuan karang laut purba. Di sinilah para sultan bermeditasi, merumuskan strategi pertahanan pesisir, dan menyepi di bawah riak air buatan.
08:00 – 17:00 · Tiket Rp15.000
±8 menit dari Alun-alun Kejaksan

Setiap perjalanan menyisakan cerita. Di Cirebon, cerita itu selalu berakhir di meja makan.
Cita Rasa Cirebon
Menelusuri sejarah dan filosofi kuliner legendaris yang merayakan kesederhanaan bahan lokal berpadu keahlian warisan leluhur.
Empal Gentong
Hidangan berkuah santan kuning gurih berlimpah rempah, berisi potongan daging sapi empuk. Keunikan rasanya lahir dari proses memasak lambat dalam kuali tanah liat (gentong) menggunakan kayu bakar pohon mangga, menghasilkan aroma smoky yang khas.

Filosofi Rasa
Gentong melambangkan ketahanan dan penyimpanan tradisi, di mana kehangatan masakan merekatkan hubungan kekeluargaan.
Warung Pilihan
Empal Gentong H. Apud
Est. 1995 · 06:30 – 21:30
Komponen Rasa Utama
Tradisi tidak berhenti pada cita rasa. Ia terus bergerak bersama masyarakat yang membawanya menuju masa depan.
Klik ikon untuk menjelajah
Digital Gateway
Teknologi tidak mengubah identitas sebuah kota. Ia membantu lebih banyak orang menemukannya.
Understand
Kenali Cirebon
Sejarah, budaya, dan warisan keraton yang membentuk identitas kota selama berabad-abad — disajikan dalam narasi yang mudah dipahami siapa pun.
Kini seluruh jejak itu dapat dijelajahi dalam satu lanskap digital.
Peta Kawasan Cirebon
Semua tempat yang kami ceritakan, dalam satu peta. Dari keraton hingga warung legendaris — inilah Cirebon yang sesungguhnya.
Keraton Kasepuhan
Istana bata merah kuno pelindung pusaka maritim Kesultanan Cirebon.
±7 menit dari Alun-alun Kejaksan
Buka 08:00–17:00
Semua cerita ini bisa dimulai dengan satu langkah. Cirebon siap menyambut.
Your First Day in Cirebon
Tiga rute perjalanan yang dikurasi untuk membantu Anda menjelajahi Cirebon dengan cara yang paling bermakna.
Semua rute dapat disesuaikan. Durasi merupakan estimasi waktu normal berkendara antar lokasi.
Keraton Kasepuhan
Mulai dari jantung Kesultanan Cirebon. Telusuri museum pusaka dan halaman bata merah berusia 600 tahun.
Gua Sunyaragi
Kompleks gua meditasi dari karang laut purba tempat para sultan menyepi dan merumuskan strategi.
Empal Gentong H. Apud
Istirahat sejenak. Kuah santan kuning dimasak dalam gentong tanah liat menggunakan kayu bakar mangga.
Kampung Batik Trusmi
Sentra batik Mega Mendung terbesar di Cirebon. Saksikan proses membatik tradisional yang masih hidup.
Makam Sunan Gunung Jati
Tutup hari dengan ziarah ke makam Walisongo yang menjadi penyebar Islam di Jawa Barat.
5 destinasi · ± 8 Jam

A city shaped by the sea.
A culture shaped by encounters.
A future shaped by imagination.
Cirebon.
The Living Port of Java
Perjalanan ini berakhir di layar.
Kisahmu di Cirebon baru saja dimulai.